Arsitektur Jaringan 4G LTE
Di setiap teknologi pasti memliki arsitektur jaringannya sendiri-sendiri. GSM, CDMA, WCDMA dan 4G LTE (Long Term Evolution) pun sama. Sekedar untuk permulaan bahwa, kebanyakan orang salah menamai keseluruhan jaringan generasi ke empat disebut dengan LTE,
padahal sejatinya LTE hanya merupakan bagian air interface dari
jaringan generasi keempat tersebut. Keseluruhan jaringan generasi ke
empat disebut dengan EPS (Evolved Packet System), namun sudah familiar dengan LTE, dan akhirnya nama ini lah yang sering digunakan.
Untuk mempermudah memahami arsitekturnya, kita pisahkan menjadi dua, yaitu :
- Arsitektur dari E-UTRAN
- Arsitektur dari EPC (Evolved Packet Core)
Arsitektur E-UTRAN
E-UTRAN (Evolved UMTS Terrestrial Radio Access Network) berfungsi untuk
menghubungkan antara mobile dengan EPC. E-UTRAN terdiri dari satu
komponen yaitu evolved Node B (eNB). Jika menilik ke teknologi
sebelumnya (3G), di bagian ini terdiri dari dua komponen yaitu Node B
dan RNC. Di jaringan 4G, eNB memiliki fungsi keduanya, yaitu fungsi dari
Node B dan RNC. Ini semakin mempersingkat waktu komunikasi antara
mobile dengan base station tersebut, sehingga waktu yang dibutuhkan
untuk Handover misalnya, akan jauh lebih cepat.
Dua fungsi utama dari E-UTRAN adalah :
Pertama, adalah sebagai pengirim transmisi radio ke semua mobile yang
ada di jangkauannya. Dengan pemrosesan signal analog dan signal digital.
Kedua, sebagai pemroses signalling messages yaitu untuk mengendalikan low level operation dari sebuah mobile.
Diantara eNB, jaringan LTE memiliki interface yang dinamai dengan
interface X2. Interface ini bukan interface fisik, namun logical
interface. Proses handover mobile dilakukan melalui interface X2 ini,
namun jika interface X2 ini tidak availabel, maka dapat juga menggunakan
interface S1 yang juga merupakan logical interface. Namun tentunya jika
menggunakan interface S1 ini data yang ditukar lebih memakan banyak
waktu dan menyebabkan latency semakin besar.
Mobile hanya bisa terhubung ke jaringan (eNB) dalam satu waktu dan satu cell. Artinya tidak ada soft handover disini. eNB yang dimana mobile camp di jangkauannya, disebut dengan serving eNB.
Arsitektur EPC (Evolved Packet Core)
Beberapa komponen penting dari EPC adalah seperti MME, S-GW, P-GW, HSS. HSS (Home Subscriber Server) adalah server yang menyimpan seluruh data subscriber network operator.
Ada dua jenis interface yang menghubungkan antara E-UTRAN dan EPC (eNB
ke MME dan S-GW), yaitu interface S1-MME yang menangani signalling
message (control plane), dan interface S1-U yang menangani traffic (user
plane). Kemudian S-GW dihubungkan dengan MME melaui sebuah interface
yang disebut dengan interface S10 (control plane), sedangkan interface
yang menghubungkan antara S-GW dan P-GW adalah S5/S8. Dimana S5 adalah
jika S-GW dan P-GW berada dalam satu network, ini hubungannya dengan
Roaming network. Sedangkan S8 jika S-GW dan P-GW berada di network yang
berbeda. Interface yang menghubungkan network dengan dunia luar adalah
SGi yaitu antara PDN gateway dan internet atau server network operator
atau IP Multimedia Subsystem. Interface S6a menghubungkan antara MME dan
HSS.
MME (Mobility Management Entity) adalah komponen yang mengurus high-level operation dari mobile, menangani mobility mobile (signalling message). Sebuah UE akan terhubung dengan sebuah MME yang disebut dengan serving MME. Namun dapat saja berpindah MME jika UE tersebut berpindah cukup jauh.
MME (Mobility Management Entity) adalah komponen yang mengurus high-level operation dari mobile, menangani mobility mobile (signalling message). Sebuah UE akan terhubung dengan sebuah MME yang disebut dengan serving MME. Namun dapat saja berpindah MME jika UE tersebut berpindah cukup jauh.
S-GW (Serving Gateway) berfungsi sebagai high-level
router, yang mana meneruskan data antara eNB dan P-GW. Sebuah UE akan
terhubung dengan sebuah S-GW tapi dapat saja berpindah ke S-GW yang lain
jika UE tersebut berpindah cukup jauh.
P-GW (Packet Data Network Gateway) adalah titik akhir
dimana network berhubungan dengan komponen luar. Seperti halnya
internet, network operator server, dan IP Multimedia subsystem. Setiap
P-GW diidentifikasi dengan APN (Access Point Name). Sebuah operator
biasanya menggunakan APN untuk masing-masing layanan, misal untuk
internet atau IP multimedia subsystem. Ketika UE pertama kali dinyalakan
akan langsung disambungkan ke default PDN Gateway seperti halnya
internet untuk memberikan layanan always on. Selanjutnya, akan
dihubungkan ke PDN Gateway lain sebagai additional seperti halnya IP
multimedia subsystem atau private corporate network. Setiap PDN gateway
akan tetap sama selama masa waktu koneksi data.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar